2006
Balikpapan
06.March 2006
DHL dan Microsoft Menjalin Kerja Sama untuk Mengirimkan Xbox 360 dari Lantai Pabrik ke Pintu Para Penjual Ritel
DHL dan Microsoft berkolaborasi untuk menjamin agar konsol video game generasi baru tersebut terdistribusi tepat waktu
Jakarta, 6 Maret 2006 – DHL, penyedia solusi ekspres dan logistik terkemuka di dunia, dan mitra kerjanya sejak lama, Microsoft Corporation, telah sukses bekerja sama untuk meluncurkan Xbox 360, terefleksi dengan tersebarnya beribu-ribu konsol Xbox 360 yang telah terdistribusi di Eropa dan Amerika Utara.
Bagi para pecinta permainan video game, musim liburan lalu menandai dimulainya petualangan baru yang telah lama dinanti. Sementara bagi mereka yang bekerja di belakang layar, peluncuran perdana Xbox 360 di Amerika Serikat pada 22 November 2005 dan penyebaran secara serentak di Eropa pada tanggal 2 Desember 2005 merupakan titik puncak bersejarah dari sebuah rencana dan eksekusi selama setahun yang dilakukan untuk mencapai satu tujuan: Menyebarkan Xbox 360 ke tiga benua, tepat pada waktunya, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
“Proyek penyebaran Xbox 360 ini merupakan bukti dari kemampuan DHL untuk mengeksekusi pendistribusian salah satu produk paling canggih di dunia dengan akurasi waktu, transparansi dan kecepatan yang sempurna,” kata Paul Coutts, Senior Vice President, DHL Global Customer Solutions, Asia Pacific. “DHL dan Microsoft telah menjalin kemitraan yang sangat erat. Selama bertahun-tahun, kita telah secara konsisten melampaui harapan pelanggan kami dan telah tumbuh bersama untuk memberi layanan kepada Microsoft dan para pelanggannya.”
Proyek Xbox 360 ini menandai suksesnya 15 tahun kolaborasi antara DHL dan Microsoft, termasuk suksesnya peluncuran konsol Xbox pertama pada November 2001. Pengetahuan terhadap berbagai sistem, proses dan budaya kerja pengiriman memainkan peran yang sangat penting dalam mempercepat proses jadwal peluncuran Xbox 360, mengurangi lead time, dan memenuhi tenggat waktu yang ketat.
Milestone proyek Xbox 360 ini meliputi:
• Pengembangan layanan trans-Pacific rail-steamship dimana pengiriman kargo lewat laut akan memasuki Pelabuhan di Los Angeles melalui Hong Kong dimana akan langsung diangkut dengan kereta api khusus yang mengangkut konsol dan aksesoris langsung ke distribution center Microsoft di Amerika Utara, yaitu di Memphis, Tennessee. Proses pengiriman cara ini memangkas waktu pengiriman beberapa hari dibanding standar waktu transit pengiriman dan menjamin pengiriman dengan biaya yang cost-effective dan dapat diperkirakan sejak awal sehingga melancarkan proses penyebaran produk dan mengikuti pergerakan inventaris.
• Solusi sistem loading pesawat yang unik untuk pengiriman via udara Eropa, memungkinkan Microsoft memaksimalkan penggunaan seluruh ruangan di dalam setiap pesawat secara maksimal tanpa ada resiko kerusakan dari unit-unit Xbox 360. Dengan ketinggian standar pallet yang menyulitkan pemanfaatan seluruh bagian hingga ke bagian paling bawah, DHL mengembangkan program untuk “down-stack” atau memperendah pallet yang dipasang di negara pengirim, dan kemudian memuat unit-unit tersebut secara aman ke dalam perut pesawat untuk diterbangkan, dan membentuk pallet itu kembali ke dalam konfigurasi SKU (stock keeping unit) kembali di negara tujuan.
• Pengembangan dari event management tool canggih DHL yang menghubungkan Microsoft dengan pemasok, contract manufacturers, kurir dan bahkan penyedia jasa pengiriman yang lain untuk menghantarkan barang secara cepat untuk barang masuk secara lancar.
Rencana peluncuran mulai dijalankan sejak bulan November 2004, ketika kedua perusahaan memetakan strategi pengiriman dan menetapkan landasan jaringan TI yang nantinya akan menjadi urat nadi proyek ini. Pada bulan Agustus 2005, dengan Xbox 360 pertama siap dikirimkan, proyek beralih ke level selanjutnya. Pesan EDI (electronic data interchange) dari lokasi produksi di Cina Selatan memungkinkan Microsoft dan DHL untuk saling meng-update status informasi dan menjaga ketersediaan secara real-time untuk menjaga keberlangsungan proses perakitan dan pendistribusiannya di bandara Chek Lap Kok, Hong Kong. Pada saat konsol dan peripheral diangkut ke dalam pesawat, sistem DHL secara otomatis memicu “Advanced Ship Notices” ke sistem distribution center Amerika dan Eropa, menyediakan titik penerima waktu untuk secara efisien merencanakan kebutuhan kapasitas mereka jauh hari sebelumnya.
Pada setiap langkah di dalam proses tersebut, sistem otomatisasi DHL melegalisir semua informasi pengangkutan pengiriman, menjamin jumlah unit Xbox 360 yang dikirim ke daerah-daerah tujuan utama dengan waktu yang telah disepakati. Untuk menjamin tidak adanya kesalahan pemesanan, DHL menyediakan back-up untuk masing-masing pesan yang dikirimkan.
Mendukung tahap awal proyek, tim regional DHL di Singapura menyediakan beberapa pesawat angkut Boeing 747 yang dipakai Microsoft untuk mengirimkan konsol-konsol video game dari Hong Kong ke pusat-pusat distribusi utama di Memphis dan Dueren, Jerman, sekitar 60 kilometer dari Cologne. Staf DHL di Hong Kong juga memanfaatkan pesawat komersial untuk mengangkut ribuan kilo peralatan peripheral Xbox 360 seperti controller, kabel-kabel dan aksesoris lainnya ke kawasan Amerika Utara dan Eropa.
Sementara itu, DHL di Seattle dan Cologne memperlancar proses custom clearance dan sinkronisasi pengiriman kepada distributor-distributor Microsoft demi menjamin keamanan truk-truk pengangkut untuk mengirimkan konsol-konsol dari bandara ke pusat-pusat distribusi Microsoft di Memphis dan Dueren. Sementara di Cologne, DHL mengorganisir truk-truk pengiriman dari pusat-pusat distribusi Microsoft ke para peritel di seluruh kawasan Amerika Utara dan Eropa tersebut.
Usaha gabungan untuk mengirimkan Xbox 360 ini masih jauh dari selesai. Pesanan stok masih terus berdatangan ke Amerika dan Eropa. Oleh karena itu DHL telah mempersiapkan kapasitas pengiriman lewat laut yang cukup besar untuk memindahkan konsol-konsol video game dan peripheral pasca peluncuran Xbox pertama, dan akan terus mendukung penyebaran Xbox 360 Microsoft ke seluruh dunia. DHL dan Microsoft juga sekarang bekerja sama untuk mengelola sebuah fasilitas pergudangan baru di kawasan Cina Selatan untuk mendukung permintaan akan Xbox 360 di Asia pada tahun 2006 dan seterusnya.
“Apa yang dapat kita pelajari dari proyek Xbox 360 ini adalah: sebuah rantai pasokan yang menyeluruh dan kompleks – rantai pasokan yang menerapkan bermacam-macam model transportasi – merupakan solusi yang efektif untuk menghadapi tantangan untuk mengeksekusi peluncuran sebuah produk ke seluruh dunia dan aktivitas pengiriman berikutnya,” kata Bill Best, Senior Logistics Manager dari Microsoft. “Tools TI canggih dari DHL akan digunakan dalam proyek-proyek di masa depan untuk mendukung rantai pasokan Microsoft dan meningkatkan efektivitas-nya. Kami melihat solusi DHL sebagai faktor yang sangat penting demi kesuksesan distribusi produk kami di masa depan, dan sebagai hasilnya, kami dapat melihat bagaimana meleburnya DHL ke dalam proses kami.
Bagi para pecinta permainan video game, musim liburan lalu menandai dimulainya petualangan baru yang telah lama dinanti. Sementara bagi mereka yang bekerja di belakang layar, peluncuran perdana Xbox 360 di Amerika Serikat pada 22 November 2005 dan penyebaran secara serentak di Eropa pada tanggal 2 Desember 2005 merupakan titik puncak bersejarah dari sebuah rencana dan eksekusi selama setahun yang dilakukan untuk mencapai satu tujuan: Menyebarkan Xbox 360 ke tiga benua, tepat pada waktunya, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
“Proyek penyebaran Xbox 360 ini merupakan bukti dari kemampuan DHL untuk mengeksekusi pendistribusian salah satu produk paling canggih di dunia dengan akurasi waktu, transparansi dan kecepatan yang sempurna,” kata Paul Coutts, Senior Vice President, DHL Global Customer Solutions, Asia Pacific. “DHL dan Microsoft telah menjalin kemitraan yang sangat erat. Selama bertahun-tahun, kita telah secara konsisten melampaui harapan pelanggan kami dan telah tumbuh bersama untuk memberi layanan kepada Microsoft dan para pelanggannya.”
Proyek Xbox 360 ini menandai suksesnya 15 tahun kolaborasi antara DHL dan Microsoft, termasuk suksesnya peluncuran konsol Xbox pertama pada November 2001. Pengetahuan terhadap berbagai sistem, proses dan budaya kerja pengiriman memainkan peran yang sangat penting dalam mempercepat proses jadwal peluncuran Xbox 360, mengurangi lead time, dan memenuhi tenggat waktu yang ketat.
Milestone proyek Xbox 360 ini meliputi:
• Pengembangan layanan trans-Pacific rail-steamship dimana pengiriman kargo lewat laut akan memasuki Pelabuhan di Los Angeles melalui Hong Kong dimana akan langsung diangkut dengan kereta api khusus yang mengangkut konsol dan aksesoris langsung ke distribution center Microsoft di Amerika Utara, yaitu di Memphis, Tennessee. Proses pengiriman cara ini memangkas waktu pengiriman beberapa hari dibanding standar waktu transit pengiriman dan menjamin pengiriman dengan biaya yang cost-effective dan dapat diperkirakan sejak awal sehingga melancarkan proses penyebaran produk dan mengikuti pergerakan inventaris.
• Solusi sistem loading pesawat yang unik untuk pengiriman via udara Eropa, memungkinkan Microsoft memaksimalkan penggunaan seluruh ruangan di dalam setiap pesawat secara maksimal tanpa ada resiko kerusakan dari unit-unit Xbox 360. Dengan ketinggian standar pallet yang menyulitkan pemanfaatan seluruh bagian hingga ke bagian paling bawah, DHL mengembangkan program untuk “down-stack” atau memperendah pallet yang dipasang di negara pengirim, dan kemudian memuat unit-unit tersebut secara aman ke dalam perut pesawat untuk diterbangkan, dan membentuk pallet itu kembali ke dalam konfigurasi SKU (stock keeping unit) kembali di negara tujuan.
• Pengembangan dari event management tool canggih DHL yang menghubungkan Microsoft dengan pemasok, contract manufacturers, kurir dan bahkan penyedia jasa pengiriman yang lain untuk menghantarkan barang secara cepat untuk barang masuk secara lancar.
Rencana peluncuran mulai dijalankan sejak bulan November 2004, ketika kedua perusahaan memetakan strategi pengiriman dan menetapkan landasan jaringan TI yang nantinya akan menjadi urat nadi proyek ini. Pada bulan Agustus 2005, dengan Xbox 360 pertama siap dikirimkan, proyek beralih ke level selanjutnya. Pesan EDI (electronic data interchange) dari lokasi produksi di Cina Selatan memungkinkan Microsoft dan DHL untuk saling meng-update status informasi dan menjaga ketersediaan secara real-time untuk menjaga keberlangsungan proses perakitan dan pendistribusiannya di bandara Chek Lap Kok, Hong Kong. Pada saat konsol dan peripheral diangkut ke dalam pesawat, sistem DHL secara otomatis memicu “Advanced Ship Notices” ke sistem distribution center Amerika dan Eropa, menyediakan titik penerima waktu untuk secara efisien merencanakan kebutuhan kapasitas mereka jauh hari sebelumnya.
Pada setiap langkah di dalam proses tersebut, sistem otomatisasi DHL melegalisir semua informasi pengangkutan pengiriman, menjamin jumlah unit Xbox 360 yang dikirim ke daerah-daerah tujuan utama dengan waktu yang telah disepakati. Untuk menjamin tidak adanya kesalahan pemesanan, DHL menyediakan back-up untuk masing-masing pesan yang dikirimkan.
Mendukung tahap awal proyek, tim regional DHL di Singapura menyediakan beberapa pesawat angkut Boeing 747 yang dipakai Microsoft untuk mengirimkan konsol-konsol video game dari Hong Kong ke pusat-pusat distribusi utama di Memphis dan Dueren, Jerman, sekitar 60 kilometer dari Cologne. Staf DHL di Hong Kong juga memanfaatkan pesawat komersial untuk mengangkut ribuan kilo peralatan peripheral Xbox 360 seperti controller, kabel-kabel dan aksesoris lainnya ke kawasan Amerika Utara dan Eropa.
Sementara itu, DHL di Seattle dan Cologne memperlancar proses custom clearance dan sinkronisasi pengiriman kepada distributor-distributor Microsoft demi menjamin keamanan truk-truk pengangkut untuk mengirimkan konsol-konsol dari bandara ke pusat-pusat distribusi Microsoft di Memphis dan Dueren. Sementara di Cologne, DHL mengorganisir truk-truk pengiriman dari pusat-pusat distribusi Microsoft ke para peritel di seluruh kawasan Amerika Utara dan Eropa tersebut.
Usaha gabungan untuk mengirimkan Xbox 360 ini masih jauh dari selesai. Pesanan stok masih terus berdatangan ke Amerika dan Eropa. Oleh karena itu DHL telah mempersiapkan kapasitas pengiriman lewat laut yang cukup besar untuk memindahkan konsol-konsol video game dan peripheral pasca peluncuran Xbox pertama, dan akan terus mendukung penyebaran Xbox 360 Microsoft ke seluruh dunia. DHL dan Microsoft juga sekarang bekerja sama untuk mengelola sebuah fasilitas pergudangan baru di kawasan Cina Selatan untuk mendukung permintaan akan Xbox 360 di Asia pada tahun 2006 dan seterusnya.
“Apa yang dapat kita pelajari dari proyek Xbox 360 ini adalah: sebuah rantai pasokan yang menyeluruh dan kompleks – rantai pasokan yang menerapkan bermacam-macam model transportasi – merupakan solusi yang efektif untuk menghadapi tantangan untuk mengeksekusi peluncuran sebuah produk ke seluruh dunia dan aktivitas pengiriman berikutnya,” kata Bill Best, Senior Logistics Manager dari Microsoft. “Tools TI canggih dari DHL akan digunakan dalam proyek-proyek di masa depan untuk mendukung rantai pasokan Microsoft dan meningkatkan efektivitas-nya. Kami melihat solusi DHL sebagai faktor yang sangat penting demi kesuksesan distribusi produk kami di masa depan, dan sebagai hasilnya, kami dapat melihat bagaimana meleburnya DHL ke dalam proses kami.

DHL International GmbH. All Rights Reserved